free page hit counter
Ciri-Investasi-Bodong OJK
Ciri-Investasi-Bodong OJK

17 Ciri Investasi Bodong yang Banyak Orang Tak Tahu

Artikel diperbarui pada 11 Juni 2021.

Shining business businessman finance studio Free Photo
Ciri investasi bodong OJK. | @creativeart – freepik.com

Mencari pekerjaan di masa pandemi selain banyak saingan juga penuh tantangan, sehingga beberapa orang mengambil investasi sebagai pilihan.

Dengan iming-iming dan bahasa sales yang menggiurkan, para calon investor dengan mudah tertelan bujuk rayu untuk ikut investasi tanpa analis lebih dalam lagi.

Di tulisan ini akan disebutkan ciri-ciri investasi bodong yang perlu kamu hindari, biar tidak salah langkah apalagi sampai menangis-nangis karena rugi.

Berikut ciri investasi bodong OJK. Kalau kamu menemui sebagian besar ciri-ciri ini pada tawaran investasi yang kamu terima, segera tolak tawaran tersebut.

#1. Untung Banyak, Zero Resiko

Siapa yang tidak tertarik dengan iming-iming investasi dengan resiko rendah dan banyak keuntungan. Tapi kamu harus hati-hati, ini adalah ciri investasi bodong paling jelas.

Investasi yang ditawarkan biasanya sangat menggiurkan: keuntungan lebih cepat dan besar dengan resiko rendah bahkan zero resiko.

Contohnya bagi untung dengan persentase tetap perbulan tanpa dijelaskan kemungkinan rugi atau turun laba, dll.

Hati-hati dengan investasi model beres seperti ini.

#2. Profil Tidak Jelas

Jangan mudah tergiur investasi murah dan keuntungan banyak yang ditawarkan oleh orang asing ataupun orang yang belum jelas reputasinya di dunia investasi.

Atau teman yang tiba-tiba muncul sambil menawarkan investasi padahal kamu tahu bahwa dia tidak punya background ahli investasi.

#3. Tergesa dan Tanpa Riset

Selain harus dipikir dengan matang dan survey terlebih dahulu, kamu jangan mau jika dipaksa untuk segera memberikan keputusan investasi dalam waktu terbatas tanpa diiringi dengan riset mendalam (Due Dilligence) tentang seluk-beluk produk, perusahaan, resiko untung-rugi, potensi pasar, dll.

#4. Tergoda Ucapan Sales dan Broker

Tidak salah ikut investasi melalui jalur broker dan sales, tapi kamu harus benar-benar teliti, jangan mudah percaya dengan pengakuan punya hubungan khusus dengan “orang dalam”.

Biasanya bahasa yang digunakan adalah “ini info rahasia” dan “terbatas/khusus”.

Apapun jenis investasi harus dicek legalitas dan informasinya secara terbuka tanpa ada yang ditutupi.

#5. Diminta Sejumlah Besar Uang

Jika kamu diundang masuk grup investor yang eksklusif terbatas dan nantinya diminta sejumlah uang jaminan besar dan akan dikembalikan pada kurun waktu tertentu.

Jangan mudah percaya jika jenis investasi yang bukan milik perorangan dan tapi perusahaan publik seperti bisnis tambang, energi, teknologi yang jarang anda dengar.

#6. Bisnis Masa Depan

Broker dan sales investasi bodong biasanya akan menggunakan bahasa hiperbola seperti “bisnis masa depan” atau “kesempatan sekali seumur hidup” padaha belum bisa dianalisa, belum ada sertifikatnya, belum terbukti formulanya, dan juga belum jelas legalitasnya.

Tanpa kejelasan seperti itu maka masa depan yang dijanjikan adalah penyesalan.

#7. Zero Informasi

Selain zero resiko dan kerugian, investasi bodong juga idetntik dengan informasi dan data yang tidak jelas. Tidak ada bukti legalitas perusahaan, sertifikasi, nomor pendaftaran dan lainnya.

#8. Sistem Rekruting

Yaitu dengan merekrut orang sebagai syarat untuk mendapatkan keuntungan, biasanya ini skema Ponzi.

#9. Investasi Dengan Hutang

Investasi itu jika memiliki sisa dana dari kebutuhan hidup, jangan mau jika disuruh berhutang atau menggunakan seluruh uang tabungan anda untuk diinvestasikan.

Tujuannya agar dapat uang ternyata malah nambah hutang, rugi.

#10. Dipaksa Memalsukan Data

Setelah memaksa kamu agar berhutang atau menghabiskan seluruh uang yang kamu miliki, sales nakal selanjutnya akan menyarankan agar kamu memalsukan data untuk investasi.

#11. Kontrak Abal-abal

Namanya juga investasi bodong yang ingin mendapatkan banyak keuntungan dengan modal sedikit.

Begitu pun kontrak investasi terlihat tidak profesional seperti ada salah penulisan, lembar kontrak asal-asalan dan sangat sederhana, bahasa kontrak yang jelimet dansulit difahami, juga tidak ada notaris, dll.

#12. Klaim Terlalu Muluk

Biasanya menggunakan kata-kata promosi yang bombastis guna mempermainkan emosi kamu tanpa di backed-up dengan kredibilitas misal: Rahasia milyuner, kaya raya dalam waktu singkat, embel-embel ustadz ternama dan syariah.

#13. Nihil Etika Bisnis

Biasanya kamu diminta buru-buru untuk transfer dan menghubungi terus-menerus tanpa jeda. Padahal kamu tidak diberi informasi yang cuku tentang investasi.

#14. Investasi Asing

Ditawari investasi dari perusahaan luar negeri yang sulit kamu cek kebenarannya baik lokasi perusahaan, laporan keuangan.

Tidak ada jaminan kamu tidak akan dibohongi, terlebih jika sulit untuk mendatangi langsung.

#15. Dilarang Konsultasi dengan Pihak Lain

Hati-hati jika ada tawaran investasi tapi kamu dilarang untuk konsultasi terlebih dahulu kepadaorang yang menurut kamu ahli.

#16. Jangan Asal Transfer

Jangan transfer uang sebelum ada legalitas dan kejelasan di depan notaris walau menggunakan alasan “ribet/waktu terbatas.”

#17. Susah Cair

Hati-hati jika investasi sulit dicairkan dengan alasan apapun, padahal tujuan awal investasi adalah mencari tambahan pemasukan tapi kamu malah dipersulit untuk mencairkan bagian kamu.

Semangat investasi juga harus dibarengi dengan ilmu, jangan asal-asalan berinvestasi karena terbujuk rayu para sales. Semoga kamu bisa lebih berhati-hati mengambil investasi yang akan kamu pilih.

Semoga sukses.

Tinggalkan Balasan