free page hit counter

Ingin Memulai Bisnis Bareng Pasangan? 4 Hal Ini Harus Kamu Perhatikan

Artikel diperbarui pada 3 Juni 2021.

Happy muslim woman and boy freind with city shopping hand holding paper bags Premium Photo
Ilustrasi | TONGPATONG_FREEPIK

Kehidupan pernikahan penuh dengan hal-hal tak terduga, termasuk dalam hal ekonomi yang juga pasang surut. Ada suami-istri yang sama-sama jadi pekerja dan karyawan di sebuah perusahaan dan ada yang memutuskan suami bekerja dan istri fokus mengurus rumah tangga, semua demi agar dapur tetap “ngebul.”

Dunia kerja juga tidak selamanya aman dari hal-hal tak terduga, oleh karenanya tidak ada salahnya kamu merintis sebuah usaha bersama pasangan sebagai antisipasi jika pekerjaan yang kamu jalani mengalami musibah. Agar tidak salang langkah, empat tips bisnis ini perlu kamu perhatikan.

#1. Catat Siapa Pemilik Modal

Closeup shot of an entrepreneur working from home and doing calculations Free Photo
Ilustrasi | WIRESTOCK_FREEPIK

Untuk memulai sebuah usaha dan bisnis tentu membutuhkan modal, bisa besar atau kecil tergantung jenis bisnis yang dirintis. Ada yang mendapat suntikan modal dari berhutang dan ada yang mengumpulkan modal dari menyisakan gaji setiap bulan.

Jika kamu dan pasangan sama-sama mengeluarkan modal dari uang masing-masing, maka kamu harus mencatat berapa persen besaran modal yang kamu dan pasangan keluarkan. Apakah modal suami lebih besar atau sebaliknya modal istri yang lebih besar.

Bisnis yang kamu rintis adalah tempat kamu berinvestasi, sudah selayaknya setiap modal yang ditanam oleh para investor dicatat dengan rapi dan teliti. Sekalipun partner bisnis adalah pasangan kamu sendiri.

#2. Perjelas Status Antara Pemodal dan Pelaku Bisnis

Business people hand shake Free Photo
Ilustrasi | FREEPIK

Sekalipun usaha yang kamu rintis bersama pasangan tidak lain dan tidak bukan ialah untuk menghidupi keluarga, kamu tetap perlu menekankan akad atau perjanjian awal dari usaha yang kamu rintis bersama.

Jika modal bisnis murni hanya dari salah satu pihak, dari istri saja atau suami saja maka disebut pemilik modal dan pihak lain berstatus sebagai pelaku bisnis.

Suami-istri yang memutuskan memulai bisnis harus ingat status masing-masing, agar suatu saat ketika terjadi hal yang tidak diinginkan dalam kehidupan berumah tangga tidak ada yang terdzalimi haknya satu sama lain.

#3. Tentukan Besaran Upah dan Keuntungan

The money writes with white chalk is on hand, draw concept. Free Photo
Ilustrasi | JCOMP_FREEPIK

Bisnis yang dijalankan dengan pasangan tentu tetap memiliki aturan walau tidak seketat jika dilakukan bersama orang lain. Dalam hal ini adalah menentukan berapa persen keuntungan yang didapat oleh pemilik modal dan pelaku bisnis.

Upah dan keutungan dari bisnis yang kamu jalankan dengan pasangan harus kamu tentukan di awal sekalipun kemudian hari keuntungantersebut kamu gunakan bersama dengan pasangan.

Penetuan ini perlu dilakukan untuk kejelasan status harta masing-masing. Karena harta suami selain nafkah keluarga adalah murni milik suami dan harta istri adalah murni milik istri.

#4. Keluarga Tetap yang Utama

Muslim father opened a surprise of paper bags Premium Photo
Ilustrasi | FREEPIK

Jangan sampai bisnis yang tujuan awalnya adalah untuk membahagiakan keluarga berakhir dengan retaknya hubungan keluarga. Kamu dan pasangan bisa mempergunakan seluruh keuntungan bisnis untuk kesejahteraan keluarga berupa kebutuhan sehari-hari, pendidikan anak, menabung untuk kebutuhan mendadak atau investasi di bisnis lainnya.

Poin-poin yang sudah dijelaskan dari nomor satu sampai nomor tiga berguna jika bisnis yang kamu jalankan bersama pasangan berkembang pesat sehingga mempermudah pembagian harta waris untuk keluarga yang ditinggalkan dan juga kejelasan status harta gono-gini jika kemudian terjadi perceraian antara suami dan istri.

Demikian 4 tips sederhana tersebut, semoga bisnis kamu sukses dan berkah!

Artikel Lainnya:

Tinggalkan Balasan