free page hit counter

3 Tips Meningkatkan Produktifitas Diri A La Rasulullah

Artikel diperbarui pada 2 Mei 2021.

Creative male designer in stylish vivd jumper and purple scarf around neck Free Photo
Tips meningkatkan produktivitas ala Rasulullah SAW. | @wayhomestudio – freepik.

Untuk memiliki habits yang baik harus dilatih dan dibiasakan dengan hal-hal yang baik juga. Dengan membangun kebiasaan yang baik akan berpengaruh kepada efektifitas dan hasil kerja yang optimal.

Rasulullah memiliki pola hidup yang patut ditiru dan diteladani, terbukti umat yang diasuh langsung oleh beliau menjadi pribadi-pribadi super dan menguasai di bidangnya masing-masing.

Dalam hal bisnis ada lima Sahabat super kaya yang bahkan jumlah kekayaanya mengalangkan para super rich abad ini, dalam hal leadership ada empat Khulafaur Rasyidin dengan kemampuan kepemimpinan yang tidak mampu diikuti oleh orang setelahnya.

So, tinggal kita sebagai umat Rasulullah untuk meneladani pola hidup dan ajaran beliau agar terlahir generasi-generasi hebat dari kalangan umat islam.

Edukasi Sejak Dini

Pendidikan yang terbaik harus dimulai dari kecil, seperti pribadi Rasulullah sehingga beliau menjadi pribadi dengan penuh keagungan karena ditempa sedari dini.

Beliau pernah menggembala kambing penduduk Mekah dan mengambil upah dari pekerjaan tersebut, ikut berdagang paman beliau Abu Thalib di saat umur 13 tahun, menjadi prajurit pembantu suplai ketika terjadi perang Fijar, dan menjadi business man yang sukses ketika berumur antara 25 tahun.

Model pendidikan seperti ini juga Rasulullah terapkan kepada Ali bin Abi Thalib dengan membimbingnya masuk islam di umur tujuh tahun.

Rasulullah juga memerintahkan kaum muslimin agar mengajari anak-anak mereka kedisiplinan dengan mendirikan shalat saat sudah berumur tujuh tahun dan bahkan menganjurkan agar memukulnya jika di umur 10 tahun masih enggan dan malas-malasan.

Cara pendidikan seperti ini diterpakan oleh mayoritas kaum muslimin saat islam masih jaya, sehingga terlahirlah panglima perang Shalahuddin Al Ayyubi, atau Muhammad Al Fatih yang berhasil menaklukkan benteng terkuat Bizantin di Konstantinopel pada saat umur 21 tahun. Subhanallah.

Dalam hal bisnis, ajari anak berdagang dari sejak sebelum usia baligh.

Tanamkan mental dan sikap mandiri sejak dini, agar ketika usia mereka berkisar 17-20 tahun sudah mampu menghasilkan uang dari jerih payah sendiri dan bahkan menjadi kaya.

Rutinkan Shalat Malam dan Shalat Subuh

Bangun pagi memang efek positifnya luar biasa, hal-hal baik akan kamu dapatkan dari bangun pagi seperti mood yang baik, sikap optimis dan semangat di pagi hari.

Waktu pagi juga waktu yang diselimuti keberkahan.

Tips dari Rasulullah agar pagi kamu menjadi semangat dan penuh optimis adalah dengan bangun di sisa malam terakhir dan dimulai dengan doa bangun tidur, diikuti dengan berwudhu dan dilanjutkan dengan mengerjakan shalat malam walau satu rakaat, pagimu dijamin akan berbeda dengan pagi-pagi lainnya yang pernah kamu lewati.

“Setan membuat tiga ikatan di tengkuk leher saat kalian tertidur, pada setiap ikatan setan akan berbisisk “malam masih panjang, tidurlah”. Jika ia bangun dan berdoa akan lepaslah satu ikatan, jika dia lanjutkan dengan berwudhu akan terlepas ikatan yang ke dua dan jika dia mengerjakan shalat maka ikatan ke tiga akan terlepas. Di pagi hari dia akan lebih bersemangat dan jika dia tinggalkan tiga hal tadi paginya akan dipenuhi rasa malas dan tidak ceria.” (Bukhari Muslim)

Tidur Sesuai Kebutuhan

Kebutuhan tubuh akan tidur berbeda setiap individu, ada yang cukup dengan tidur 4-6 jam ada yang kurang dari itu.

Anjuran tidur 8 jam setiap malam akan berdampak menurunnya tingkat prodiktifitas seorang muslim, tidur yang ideal adalah tidur sesuai kebutuhan tubuh.

Oleh karenanya Rasulullah tidak menyukai begadang setelah isya kecuali ada keperluan, karena begadang akan merubah pola tidur seseorang.

Akibatnya seseorang akan terlambat bangun mengerjakan shalat malam dan shalat subuh sehingga paginya dipenuhi rasa malas dan tidak ceria.

Pola tidur Rasulullah ada pada tiga waktu berikut, setelah isya, sesaat sebelum subuh usai shalat malam dan tidur qailulah di waktu siang menjelang dzuhur.

Jika di total, jam tidur Rasulullah tidak sampai delapan jam.

Orang yang hanya menghabiskan waktunya dengan memenuhi kebutuhan matanya akan sedikit kreatifitas yang dihasilkan, tidak produktif dalam urusan dunia juga tidak terpenuhi kebutuhan akhiratnya.

“Begadang sampai larut akan memberi efek buruk bagi tubuh, tapi bangun di sepertiga malam terakhir akan mengalirkan semangat di pagi hari.”

Tetap semangat!

Tinggalkan Balasan