free page hit counter

Melacak Kisah Sukses Bisnis Nabi Muhammad SAW Sejak Kecil

Artikel diperbarui pada 3 Juni 2021.

Ciri Bisnis Rasulullah SAW
Ciri bisnis Rasulullah SAW. | goodscoop.id

Diketahui bahwa kisah Nabi Muhammad SAW dalam berdagang memiliki ciri-ciri Shiddiq, namun tidak hanya itu karena masih banyak ciri-ciri Nabi lainnya yang patut kita tiru.

Diketahui bahwa kisah Nabi Muhammad SAW dalam berdagang memiliki ciri-ciri Shiddiq, namun tidak hanya itu karena masih banyak ciri-ciri Nabi lainnya yang patut kita tiru.

Sebagai seorang yatim piatu, Rasulullah hanya bisa menikmati cinta seorang ibu dalam waktu yang singkat. Ini karena Aminah, sang ibu, juga wafat saat Nabi berusia 6 tahun.

Absennya orang tua dalam hidup membuat nabi kecil Muhammad menjadi orang yang mandiri. Maka Allah SWT mengajari Nabi untuk menjadi orang yang tidak suka bergantung pada kemurahan hati orang lain.

Mengungkap kisah Nabi pada usia 8 tahun merupakan pertama kalinya dia mengetahui dunia bisnis melalui penggembalaan kambing. Yang Mulia Nabi menerima beberapa qiraat dari penduduk Mekah.

Seperti dikutip dalam buku besar Rasulullah oleh Okezone, Malahayati S. Psi, Penerbit Agung, Jakarta, Senin (6/5). Pada usia 12 tahun, Nabi mulai belajar berdagang dengan pamannya Abu Thalib di tanah Syiah. Perjalanan bisnis pertama adalah ke Suriah, Yordania, dan Lebanon.

Antara usia 17 dan 20, Nabi Muhammad SAW bersaing dengan pengusaha daerah tingkat tinggi. Namun, rekan bisnis Nabi mengklaim bahwa dia menghitung, jujur, dan profesional.

Melihat hal tersebut Nabi Muhammad SAW akhirnya mendapat kepercayaan dari seorang konglomerat di Mekkah, Khadijah, untuk menjalin kerjasama bisnis. Gaji yang diterima Nabi saat itu sekitar 4 ekor unta sebulan.

Misi perdagangan Nabi Muhammad SAW berlanjut di sepanjang rute perdagangan utama termasuk Yaman, Suriah melalui Madyan, Wadil Qura. Keuntungan yang diperoleh lebih tinggi dibandingkan dengan grup perdagangan lainnya.

Melihat perjalanan waktu menunjukkan bahwa Nabi Muhammad SAW membuat kontrak syirkah (perjanjian kerjasama) dengan sistem upah dan bagi hasil (mudharabah) dengan Khadijah.

Menyadari hal tersebut, ada banyak karakter atau sifat Nabi Muhammad yang harus kita patuhi dalam berbisnis. Pertama, Shiddiq, yang benar dan tidak pernah menyembunyikan barang cacat, kedua, dapat dipercaya atau dapat dipercaya baik oleh pemilik barang maupun oleh pelanggan.

Ketiga adalah Fathanah, yang pintar atau pintar menghasilkan dan melihat peluang untuk menang tanpa curang. Keempat Tabligh, atau menyampaikan bahwa ia memiliki kemampuan untuk bernegosiasi, menjalin komunikasi, dan memiliki reputasi.

Tinggalkan Balasan