free page hit counter

Delisting Hingga Hilang Uang 100%, Ini Resiko Gagal Cuan dari Saham

Artikel diperbarui pada 16 Juni 2021.

Resiko Main Investasi Saham
Resiko investasi saham. | GOODSCOOP

Investasi merupakan hal yang tidak aneh lagi dikalangan masyarakat, seiring perkembangannya zaman di era digitalisasi sekarang ini memudahkan gencarnya bersosialisasi, sehingga turut mendukung saham sebagai salah satu instrumen investasi.

Lalu apakah saham dan Investasi itu?

“Investasi itu sendiri memiliki makna sebuah kepemilikan nilai perusahaan, dan kata saham sendiri diambil dari bahasa arab. Dalam literatur fiqih, saham diambil dari istilah musahamah yang berasal dari kata sahm bentuk jamaknya ashum atau suhmah yang artinya bagian, bagian kepemilikan. Artinya pemilik saham adalah pemilik perusahaan.”

Banyak orang yang tertarik berinvestasi saham, karena menganggap keuntungan investasi saham disebut-sebut lebih menarik ketimbang keuntungan investasi lainnya.

Investasi saham dapat mendapat pundi-pundi kekayaan dalam jumlah banyak meski besar juga risikonya. Oleh karena itu, mempelajari instrumen saham sebelum berinvestasi sangat penting.

Apa saja yang termasuk instrumen saham?

Resiko-Main-Saham
Saham. | RAWPIXEL – FREEPIK

Bagaimana mendapatkan keuntungan dari penghasilan yang ditanam, atau kerugian ketika harga pasar anjlok secara drastis yang berimbas terhadap perusahaan.

Sebagai informasi, sebenarnya ada beberapa keuntungan yang bisa kamu dapatkan dari investasi saham diantaranya, Dividen yaitu keuntungan pembagian laba bersih yang diperoleh perusahaan, dan Capital Gain yaitu keuntungan dari kenaikan harga saham, ketika harga jual lebih tinggi daripada harga beli.

Dalam menawarkan keuntungan berinvestasi saham, ada risiko besar dibalik semuanya. Bahkan investasi saham bukanlah investasi yang cocok bagi pemula.

Jika kamu sebagai pemula berani terjun ke investasi saham tanpa mempelajarinya terlebih dahulu, bisa-bisa uang yang kamu investasikan akan hilang seluruhnya, dan pepatah bukannya untung malah buntung kiranya cocok untuk kamu sandang seandainya terjadi.

Berikut ini adalah beberapa risiko yang bisa kamu kenali atau rasakan dalam berinvestasi saham.

1) Risiko Tidak Mendapatkan Dividen

Keuntungan dalam bagi hasil sejatinya ditunjukkan dengan dividen, tetapi sebagai investor kamu harus memahami bahwa sebenarnya perusahaan tidak mempunyai kewajiban memberi laba, dan sebagai keputusan memberi atau tidaknya ditentukan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

2) Risiko Saham yang Dibeli Tidak Likuid

Artinya saham yang sulit dijual tunai, umumnya ada pada saham yang kurang diminati hanya sedikit yang beredar, ketika kamu terjebak membeli saham yang tidak likuid, ada risiko akan kesulitan untuk menjualnya lagi.

3) Risiko Fluktuasi Harga Saham

Perlu kamu ketahui, harga saham mengikuti mekanisme permintaan dan penawaran di pasar modal, oleh sebab itu akan adanya perubahan harga.

Ada dua penyebab umum yang menyebabkan perusahaan mengalami penurunan harga saham, yaitu yang menyerang semua saham secara keseluruhan atau sering disebut risiko sistemik. Seperti peningkatan suku bunga (interest rate risk), kenaikan inflasi (purchasing power / inflationary risk) dan volatilitas pasar yang tinggi (market risk). Sementara risiko

yang hanya menyerang saham tertentu biasa dibilang sebagai risiko non-sistemik. Contohnya, risiko likuiditas (liquidity risk), risiko kebangkrutan (financial / credit risk) dan risiko tuntutan hukum (operational risk).

4) Risiko Saham Delisting

Delisting merupakan penghapusan pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) sehingga hal ini menyebabkan saham tidak bisa ditransaksikan lagi. Delisting dapat terjadi karena permintaan sendiri atau pun karena keberlangsungan perusahaan terganggu.

5) Risiko Kehilangan Uang 100%

Inilah risiko yang paling tinggi dalam berinvestasi saham meski jarang terjadi, karena kebangkrutan perusahaan yang kamu beli benar-benar bangkrut.

Penyebab kebangkrutan tersebut bisa terjadi karena gagal membayar hutang yang terlampau banyak, namun usaha produksi gagal atau tidak berjalan semestinya.

Jika perusahaan yang kamu beli sahamnya mengalami kebangkrutan, bisa dipastikan kalau uang yang diinvestasikan akan hilang 100%

Investasi saham tak melulu bisa cuan. Selalu ada risiko ketika berinvestasi di saham. Nah, buat pemula seperti kamu yang mungkin baru mulai berinvestasi, ada baiknya mencoba instrumen investasi lain yang lebih aman dan sesuai budget.

Tinggalkan Balasan