free page hit counter
Cara Bicara Soal Keuangan ke Pasangan
Cara Bicara Soal Keuangan ke Pasangan

6 Cara untuk Terbuka Pada Pasangan Soal Keuangan Sebelum & Setelah Menikah

Artikel diperbarui pada 11 Mei 2021.

Terbuka-Soal-Keuangan-Pada-Pasangan
Terbuka soal keuangan pada pasangan, gimana caranya? | @odua – freepik.com

Keterbukaan privasi merupakan langkah awal yang bisa dilakukan sepasang kekasih untuk menuju jembatan keharmonisan. Namun, hal ini masih diragukan dan masih banyak pasangan yang tidak mau melakukan ini, apalagi jika menyangkut masalah keuangan pribadi.

Keragukan dan ketakutan pasangan dalam membicarakan soal keuangan pribadi dikarenakan banyak alasan tertentu, seperti takut pasangan akan menjadi matre, takut uangnya disalahgunakan, takut bahwa kamu memiliki masalah keuangan, dan masih banyak lagi.

Padahal, pasangan yang sudah berfikir dewasa, apalagi memiliki niat yang matang untuk mengajak kamu ke jenjang pernikahan, mereka pasti tidak akan melakukan segala ketakutan yang ada di pikiranmu. Sehingga, terbuka soal keuangan pribadi kepada pasangan sebelum menikah merupakan hal baik yang bisa dilakukan.

“Mengetahui keuangan pasangan semata-mata untuk melihat, apakah kamu siap dengan permasalahan yang akan datang, atau apakah kamu siap menjalani kehidupan dengan pasanganmu yang memiliki keuangan tersebut,” begitu Widya Yuliarti, Perencanaan Keuangan di Finansialku.

Ingatlah bahwa pernikahan bukanlah sebuah perjalanan singkat, melainkan perjalanan seumur hidup yang akan dilewati oleh sepasang suami istri.

Dengan memberanikan diri untuk terbuka terhadap keuangan pribadi masing-masing sebelum menikah, maka kamu dan pasangan akan mengetahui kekurangan serta kelebihan yang dimiliki, kemudian berusaha untuk saling menguatkan dan menutupi kekurangan yang ada.

Untuk bisa membangun kepercayaan dan perencanaan masa depan dengan bijak, kamu bisa melakukan beberapa cara berikut bersama pasangan.

Cara Jitu Agar Mudah Terbuka Soal Keuangan Pribadi dan Membuat Kepercayaan Serta Perencanaan Masa Depan Bersama Pasangan

Keluarga-Muslim
Keluarga muslim. | @odua – freepik.com

Tak banyak yang tahu dan meyakini cara ini dikarenakan masih terkuasai oleh perasaan takut dan khawatir kepada pasangan. Padahal, seseorang yang sudah menerima apa adanya dirimu, pasti tetap akan menerimamu apapun yang terjadi.

Berikut ini merupakan beberapa cara yang bisa kamu lakukan untuk terbuka kepada pasangan serta membuat kepercayaan dan merencanakan masa depan berdua.

#1. Membuat Ruang Secara Netral Saat Pasangan Tengah Bercerita

Seperti yang kamu rasakan, membangun kepercayaan dengan pasangan terkait masalah keuangan memang terbilang susah-susah gampang.

Tetapi, tidak ada salahnya untukmu mencoba dan ceritakan masalah keuanganmu, begitu pula dengan pasanganmu sendiri.

Jika kamu ingin terbuka terkait masalah keuangan, maka buatlah space atau ruang netral untuk pasangan agar bisa bercerita tanpa ada yang disembunyikan lagi. Biarkan ia bercerita dengan terbuka dan jangan sampai kamu menghakiminya.

“Cobalah untuk berdiri di kaki pasangan sendiri, mencoba mengerti dengan masalah yang sedang dihadapi oleh pasangan.”

Membuat ruang yang netral untuk pasangan terbuka dengan masalah keuangan pribadinya menanglah hal yang sangat penting. Jangan sampai kamu memberikan penilaian buruk kepadanya.

Dengarkan saja setiap perkataan dirinya, lalu jika ia menginginkan solusi atau bantuanmu, barulah kamu berbicara dan berikan solusi terbaik untuk membantu masalah keuangannya.

#2. Miliki Dana Darurat Untuk Keperluan Tak Terduga

Setelah kamu dan pasangan saling terbuka terkait masalah keuangan, saatnya mulai merencanakan pernikahan dari sisi keuangan terlebih dahulu, yaitu memiliki dana darurat.

Saat sudah menikah, pengeluaran keuangan akan lebih banyak dilakukan ketimbang saat kamu masih hidup seorang diri.

Dana darurat memiliki fungsi untuk mengontrol pengeluaran yang tidak terduga di masa depan. Jumlah dana darurat yang dimiliki setidaknya sembilan kali lebih besar dari dana pengeluaran bulanan kamu.

Dana ini bisa disimpan dalam instrumen yang memiliki likuiditas tinggi agar mudah untuk dicairkan kapan dan dimana saja.

Penyimpanan pun tetap bisa dilakukan secara bersama atau terpisah, tergantung kepada diskusi serta kepercayaan dengan pasangan masing-masing.

#3. Buat Asuransi Kesehatan

Selain memiliki dana darurat, asuransi kesehatan harus menjadi salah satu hal yang perlu kamu pikirkan juga. Ingatlah bahwa ketika sudah menikah, tentunya kamu tidak ingin dana cas berantakan akibat sakit, bukan?

Maka, asuransi kesehatan bisa menjadi proteksi diri tatkala kamu sedang terserang penyakit.

Apalagi jika kamu sudah memiliki anak nanti, asuransi kesehatan dan jiwa tentu menjadi suatu hal yang wajib untuk menjamin dana pendidikan anakmu kelak.

#4. Rencanakan Dana Pernikahan dengan Matang

Nah, apabila dana darurat dan asuransi sudah terencanakan, saatnya kamu dan pasangan mulai merencanakan dana untuk pernikahan.

“Mulailah dengan budget yang kamu dan pasangan miliki. Tak perlu meriah, yang penting berakhir dengan kata sah.”

Hitung terlebih dahulu dana yang dimiliki kamu dan pasangan. Jangan lupa untuk menanyakan kepada pasangan, apakah ada dana dari orangtua atau tidak? Setelah itu, barulah hitung dana yang akan dibutuhkan untuk pernikahan nanti.

Misalnya, kamu dan pasangan akan menikah di tahun depan dengan anggaran sebesar Rp.100 juta, maka perhitungan menabung yang bisa dilakukan adalah Rp.100 juta :  12 bulan = Rp.8.334.000,00.

Dengan begitu, perbulannya kamu harus menabung sebesar Rp.8.334.000,00. Total menabung perbulan itu masih bisa dibagi dua bersama pasanganmu, lho.

Jadi, tidak terlalu berat untukmu juga, ‘kan?

Perhitungan di atas hanyalah sekedar contoh yang tidak perlu kamu samakan. Ingatlah, menikah itu harus disesuaikan dengan anggaran yang kamu miliki, bukan pernikahanmu yang akan mengatur anggaran tersebut.

Ada baiknya acara pernikahan digelar dengan sederhana saja atau sesuai dengan budget kamu dan pasangan miliki.

Sebab, kehidupan setelah menikah akan membuat banyak sekali dana yang akan dikeluarkan, seperti dana untuk membeli rumah, dana pendidikan anak, dana pensiun dan lain-lain.

#5. Jangan Lupa Untuk Menabung atau Investasi

Menabung atau berinvestasi minimal 20% dari pendapatan bulananmu memang wajib dilakukan.

Jika belum bisa melakukan dana darurat, maka kamu bisa memulainya dengan menabung atau berinvestasi untuk perencanaan dana darurat dan dana pernikahan.

Apabila dana darurat sudah bisa dicapai, selanjutnya kamu bisa menabung atau berinvestasi untuk anggaran pernikahan yang dinanti-nanti tersebut.

#6. Bonus! Rajin Mengevaluasi Keuangan Miliikmu

Jika cara-cara di atas sudah kamu lakukan dengan baik, jangan sampai melupakan untuk selalu mengecek dan mengevaluasi kondisi keuangan milikmu.

Hal ini bertujuan untuk mengetahui apakah tujuanmu masih sesuai rencana atau malah keluar dari rencana yang sudah dirundingkan bersama pasangan.

Itulah beberapa cara yang bisa dilakukan untuk membangun kepercayaan dalam masalah keuangan bersama pasangan.

Jadi, kini kamu sudah mengetahui bahwa membicarakan soal keuangan pribadi dengan pasangan harus dilakukan, terutama bagi kamu yang akan segera melangsungkan acara pernikahan.

Selamat mencoba!

 

Tinggalkan Balasan