free page hit counter

Investasi Saham ala Lo Kheng Hong di Tahun 2022

Artikel diperbarui pada 22 Desember 2021.

Investasi saham yang begitu menggiurkan. Konon, keuntungannya bisa ratusan bahkan ribuan persen. Banyak orang tiba-tiba menjadi kaya, kekayaan mereka tumbuh dengan cepat melalui investasi di saham. Tak heran, banyak yang tergiur terjun ke pasar modal.

Sayangnya, tidak sedikit yang hanya ikut-ikutan tanpa pemahaman yang memadai. Bahkan, mereka dapat (atau tidak mau?) melihat bahwa di balik kesuksesan seorang investor, ia mungkin juga harus naik turun – dengan kerugian yang tak terhitung sebelum investasinya tumbuh seperti yang diharapkan.

Jadi lebih baik belajar berinvestasi saham dulu. Saat ini belajar saham sangatlah mudah, kamu bisa belajar dari mana saja dan dari siapa saja.

Salah satunya, kamu bisa pelajari dari Lo Kheng Hong, yang sering disebut sebagai Warren Buffett Indonesia.

Jadi, mari kita belajar dari beberapa tips investasi ekuitas Lo Kheng Hong agar investasi ekuitasmu dapat berkembang lebih baik di tahun 2022. Bisa juga menjadi fasilitas bagi kamu yang baru memulai berinvestasi.

1. Invest at bad time, sell at good time

Tip investasi saham pertama ini mirip dengan prinsip investasi Warren Buffett, yaitu “cemas ketika orang lain serakah dan serakah ketika orang lain takut.” Artinya, kita perlu memanfaatkan momentum saat pasar sedang lesu.

Misalnya, di awal pandemi, saat IHSG turun hingga di atas Rp 3.900. Jika banyak orang yang mengeluhkan portofolionya sedang on fire, kita berpeluang mendapatkan saham yang didiskon.

Yang kemarin serok diawal 2020 pasti udah berkali-kali lipat sekarang. Bukankah begitu? Kita doakan saja pada tahun 2022 kondisinya semakin membaik, sehingga investasi tumbuh lebih baik lagi.

2. Pantau sektor terbaik

Lo Kheng Hong memiliki sektor favoritnya sendiri, yaitu perbankan konvensional dan komoditas, dan berharap menjadi preferensi khusus untuk investasi ekuitas pada tahun 2022. Menurutnya, sektor perbankan merupakan bisnis yang tidak pernah ada habisnya, sehingga akan terus berkembang di tahun-tahun mendatang.

Begitu pula dengan komoditas, Lo Kheng Hong meyakini pertumbuhan perdagangan batu bara dan perkebunan kelapa sawit akan lebih baik lagi pada 2022.

Apakah ini berarti selain Lo Kheng Hong, kamu juga harus membeli saham di sektor perbankan, komoditas kelapa sawit dan batu bara? Tunggu dulu, mari kita lihat dari sudut pandang lain.

Lo Kheng Hong berinvestasi di sektor perbankan karena dia percaya pada pertumbuhannya. Lakukan hal yang sama: berinvestasi dalam industri di mana kamu benar-benar percaya akan pertumbuhan. Tidak selalu perbankan, kamu bisa percaya pada pertumbuhan sektor lain.

Intinya: lakukan riset kamu sendiri, lacak sektor terbaik pada tahun 2022 sesuai dengan risetmu dan investasikan.

3. Berinvestasilah untuk jangka panjang

Jumlah investor pasar modal akhir-akhir ini meningkat pesat. Yang lebih mengejutkan lagi, jumlah investor baru didominasi oleh kaum milenial.

Menurut Lo Kheng Hong, meski banyak, nominal yang diinvestasikan kaum milenial masih tergolong kecil. Salah satu penyebabnya adalah banyaknya milenial yang masih belum berpenghasilan, atau sudah berpenghasilan, tetapi sebenarnya tidak bisa berinvestasi dalam jumlah besar. Selain itu, kemudahan membuka rekening perantara juga berpengaruh, karena hanya dengan Rp100.000 milenial sudah bisa berinvestasi saham.

Lo Kheng Hong menambahkan, potensi keuntungan saham yang dibeli kaum millennial tahun ini baru akan terlihat hasilnya dalam 10 hingga 20 tahun ke depan. Karena nilai nominalnya kecil dan pertumbuhan investasi ekuitas itu sendiri baru akan terlihat dalam 10 tahun ke depan, maka disarankan bagi kaum milenial untuk mulai berinvestasi saham dalam jangka waktu yang lama.

4. Belajar cara membaca laporan keuangan

Dalam memilih sektor unggulan, Lo Kheng Hong mempertimbangkan saham dengan valuasi rendah tetapi aset besar, dengan pendapatan perusahaan yang wajar. Semua itu hanya bisa didapatkan jika kita bisa membaca laporan keuangan perusahaan dengan benar.

Oleh karena itu, saran terbaik untuk sukses berinvestasi saham di tahun 2022 adalah jangan mengabaikan laporan keuangan. Pasalnya, dari situ kita bisa melihat perusahaan mana yang tidak berkembang dan mana yang masa depan.

Jangan hanya mendengarkan pompom atau mendengarkan influencer, kata Lo Kheng Hong pada suatu kesempatan. Jika kamu membeli kucing dalam karung, kamu akan kehabisan uang.

Nah, buat kamu yang terlalu tergiur dengan omongan orang lain di tahun 2020 dan 2021 (walaupun jelas-jelas belum mahir), ayo ubah di tahun 2022. Mulailah dengan belajar membaca laporan keuangan dengan baik dan belajar menganalisis diri sendiri.

5. Belajar teknik analisis yang tepat

Nah, ini lanjutan dari belajar membaca laporan keuangan dengan baik, karena Lo Kheng Hong percaya analisa fundamental adalah pilihannya ketika mempertimbangkan kelayakan suatu saham untuk dibeli.

Hal ini juga sejalan dengan Warren Buffett yang tidak pernah menggunakan analisa teknikal saat mengambil keputusan investasi saham. Ia hanya melihat annual report, atau laporan keuangan tahunan perusahaan.

Nah bagaimana? Apakah kamu kini siap menyambut tahun 2022 dengan strategi investasi ekuitas baru, setelah membaca berbagai tips investasi Lo Kheng Hong di atas?

Hal utama adalah bahwa harus ada uang untuk setiap investasi. Apa gunanya berinvestasi di saham jika kamu tidak punya uang untuk berkembang? Jadi yuk belajar mengelola keuangan dengan lebih baik!