free page hit counter
Agar Lebih Semangat Kerja
Agar Lebih Semangat Kerja

Hei, Kamu Millenial, Baca Ini Supaya Lebih Semangat Kerja

Artikel diperbarui pada 25 April 2021.

People, achievement and success concept. best male friends clench fists with happiness, being in high spirit, open mouthes widely, have overjoyed expressions, celebrate their winning, pose indoor Free Photo
Seorang mukmin haruslah bekerja keras, tak hanya untuk alasan harta, tapi juga karena kehormatan. | @wahhomestudio – freepik.com

Rasulullah itu mandiri, kreatif, suka berbisnis, harga dirinya tinggi, inovatif, memiliki ide-ide yang cemerlang, tidak malasan dan pastinya tidak hobi rebahan. Hikmah masa kecil beliau sebagai yatim piatu menjadikan pribadi Rasulullah bermental baja.

Begitu pula generasi awal islam dari kalangan Khulafaur Rasyidin dan para Sahabat, mereka menghayati penuh sikap dan teladan Rasulullah, menngikutinya, mencontohnya dan mengamalkan ajarannya.

Mereka bukan generasi malas tapi kaum yang penuh dengan kerja keras, bagi mereka meminta dan mengemis adalah aib yang harus dihindari, menjadi petani, penggembala kambing, penjual kayu bakar lebih mereka pilih daripada harus menjadi pengemis dan meminta-minta untuk kebutuhan hidup.

Oleh karena itu mereka menjadi generasi emas dan mengisi dunia dengan penuh kejayaan, jaya dunia dan juga jaya akhirat.

“Sekiranya salah seorang di antara kalian mengambil tali dan membawanya ke gunung, lalu ia kembali dengan membawa satu ikat kayu di punggungnya kemudian menjualnya hingga dapat memenuhi kebutuhannya, adalah lebih baik daripada meminta-minta kepada manusia yang entah mereka akan memberi atau tidak.” (Ibn Majah 1826)

Harga Diri Seorang Mukmin dalam Mencari Harta

Seorang mukmin harus memiliki harga diri yang tinggi, dia tidak boleh ridha dengan kehinaan, mengemis dan meminta-minta. Dalam pandangan islam, mengemis adalah kehinaan dan tidak diridhoi Allah.

Sampai-sampai Rasulullah memberi peringatan yang sangat keras kepada umatnya agar jangan jadi pengemis dan peminta-minta, jangan mengadahkan tangan untuk mengemis.

Mengemis apa saja padahal dia mampu bekerja untuk mendapatkan apa yang dia inginkan.

Rasulullah selalu memberi contoh dan mendorong umatnya untuk mandiri supaya bisa mencukupi kebutuhannya sendiri, baik kebutuhan pribadi ataupun kebutuhan umat dan jaamah.

Oleh sebab itu Rasulullah senantiasa memotivasi umat islam supaya menempuh sebab dan mengambil wasilah yang pas untuk mendapatkan rejeki yang halal dan berkah.

Bahkan sekalipun hal tersebut melelahkan, penuh kesulitan dan hina di pandangan orang lain, tetapi yang penting mulia di pandangan Allah dan Rasul-Nya karena mampu menghasilkan sesuatu dengan keringatnya sendiri.

Kaum Mukmin Anti Jadi Kaum Rebahan, Apalagi Meminta-minta

Berangkat ke hutan mencari kayu bakar dan menjualnya di pasar, berangkat pagi membawa dagangan sambil mengayuh sepeda dan ditawarkan kepada orang-orang, berangkat ke sawah mencari rumput untuk ternak yang dia punya, hina di pandangan manusia tapi mulia di hadapan Allah.

Anti mengemis apalagi meminta-minta!

Perbuatan seperti itu jauh lebih baik dan sangat mulia dari pada menghabiskan waktu dengan rebahan, scroll timeline media sosial sepanjang waktu, membuat atau menonton konten yang tidak ada faidahnya, tidak produktif dan tidak mau berkeringat karena capek, kemudian meminta-minta kepada manusia untuk kebutuhannya.

Jika ada yang memberi maka dia terhina karena menjadi peminta-minta dan jika manusia tidak memberinya terhinalah orang tersebut luar dan dalamnya.

Kemuliaan Seorang Mukmin dalam Mencari Nafkah

Faidah:

  • Islam agama yang mulia, maka pemeluknya harus bersikap seperti orang yang mulia. Kemuliaan hanya bisa diraih dengan kerja keras. Berjuanglah!
  • Untuk mendapatkan rejeki adalah dengan bekerja keras dan cerdas, jangan bermalas-malas.
  • Berbisnis sangat dianjurkan dalam islam sebagai sarana mendapatkan rejeki, Rasulullah adalah pebisnis ulung.
  • Seorang muslim wajib mampu makan dari hasil jerih payahnya sendiri, walau prosesnya menyakitkan, susah dan berat. Jangan menjadi pengemis untuk mengisi kebutuhan kamu.
  • Mengemis dan meminta-minta kepada orang lain, baik harta, makanan, pangkat, jabatan, dan tenaga sekalipun adalah hal yang dibenci dalam islam.
  • Boleh meminta-minta dan mengemis jika kondisi memang darurat.

Sebagai penutup, ingatlah bahwa kejayaan, kemaknuran, kesuksesan dan keselamatan dunia maupun akhirat hanya bisa diraih dengan menghadapi dan memecahkan masalah yang ada dengan penuh kerja keras, tahan banting dan tidak peduli celaan orang yang mencela. Wallahul Muwaffiq.

“Orang pandai dan beradab, tidak akan berdiam di kampung halaman

Tinggalkan negrimu dan merantaulah ke negri penuh perjuangan

Pergilah! Kamu akan dapati pengganti dari kerabat dan kawan yang kamu tinggalkan

Berlelah-lelahlah, manisnya hidup akan begitu terasa setelah perjuangan yang melelahkan

Aku melihat air yang diam menjadi rusak dan keruh

Air yang jenuh akan kotor dan keruh, jika mengalir ia menjadi bening dan jernih”

_Imam Syafii_

 

Tinggalkan Balasan