free page hit counter

Hati-hati Riba! Ini 5 Cara Investasi Halal yang Benar

Artikel diperbarui pada 11 April 2021.

Cara-Investasi-yang-Benar-dan-Halal
Cara Investasi yang benar dan halal dalam Islam. | @zenstock – freepik.com

Fikih muamalah termasuk salah satu bab yang bahasannya mengikuti perkembangan zaman. Ada beberapa sistem muamalah yang bentuknya hanya ada di zaman modern seperti akad jual-beli online, jual beli saham dan investasi di ragam bisnis. Untuk menghukumi keabsahan akadnya perlu dilihat kepada dalil dan ushul fikih yang tepat hingga kemudian terlahirlah sebuah produk hukum.

Termasuk investasi yang semakin dilirik oleh kalangan millenial. Ada yang menginvestasikan hartanya ke dalam saham, bisnis start up, umkm dan bisnis sekala kecil seperti pedagang asongan dan kaki lima.

Kalangan pemuda yang melek investasi merupakan sebuah hal yang menggembirakan, tapi sebagai muslim yang kamu juga perlu memahami seluk-beluk halal-haram investasi agar bisnis dan investasi kamu bernilai halal dan berkah. Tulisan ini akan menjelaskan secara ringkas cara investasi yang benar dan halal sesuai syariat islam.

Jauhi Hutang Ribawi

Hutang menjadi sebuah solusi yang terpaksa dipilih karena tidak semua orang memiliki modal untuk memulai bisnis ataupun investasi. Sayangnya praktik hutang yang melibatkan lembaga keuangan belum ada yang lepas dari sistem riba, denda jika telat membayar angsuran bulanan masih sangat menghantui dan bunga yang ditetapkan juga tidak bisa dihindarkan.

Sebuah bisnis yang dimulai dengan sesuatu yang tidak baik (riba) suatu saat akan berakhir mengenaskan.

Gunakan Hutang Emas

Lembaga keuangan manapun akan berpikir keras dan enggan untuk memberikan pinjaman secara cuma-cuma kepada pelaku usaha ataupun perorangan yang membutuhkan dana segar. Pihak lembaga keuangan tidak akan mendapatkan untung dan bisa jadi mengalami kerugian karena inflasi, terlebih jika hutang tadi diangsur puluhan tahun.

Di antara solusi halal untuk kebaikan antara pemilik uang dan yang berhutang adalah dengan cara memberikan pinjaman kepada nasabah (pihak yang butuh modal) dalam bentuk emas. Cara ini akan memberikan keutungan pada dua pihak, pihak nasabah yang bisa mendapatkan bantuan modal dan pihak pemberi hutang yang terselamatkan dari inflasi.

“Jika hutang emas, maka dibayar menggunakan emas atau uang senilai emas tersebut mengikuti harga emas di setiap zaman.”

Gandeng Pemilik Modal

Poin nomor tiga ini bisa jadi solusi lain dari berhutang, karena tidak semua pemilik ide bisnis memiliki modal dan tidak semua orang yang punya modal memiliki ide bisnis, dua golongan ini bisa saling melengkapi jika difusion. Dengan berbisnis maka harta pemilik modal akan bertambah nilainya jika untung dan pemilik ide yang terhambat modal bisa memulai bisnis yang dia impikan.

Investor Siap Menanggung Rugi

Pemilik modal yang siap berinvestasi artinya dia juga siap menerima keuntungan dan menanggung kerugian. Kerugian pemilik modal bisa berupa tidak mendapatkan keuntungan karena omset hanya cukup untuk menutupi cost atau menambal biaya tambahan jika omset tidak cukup untuk membayar karyawan dan kebutuhan bulanan.

Investor yang hanya mau mendapatkan keuntungan tanpa mau menanggung kerugian dia terjatuh dalam riba. Karena sistem seperti ini tidak berbeda dengan sitem hutang yang dikenai bunga dalam akadnya, sebab ketika pelaku bisnis mengalami kerugian dia tetap “harus” menyetorkan uang ke pemilik modal. Uang yang disetorkan tadi bernilai riba jika melebihi batas modal yang diinvestasikan oleh pemilik modal.

“Investor yang hanya mau mendapatkan keuntungan tanpa mau menanggung kerugian dia terjatuh dalam riba. Karena tidak ada bedanya dengan hutang yang berbunga.”

Investasi Pada Produk Halal

Di antara hal-hal yang terjadi menjelang hari kiamat adalah ketidakpeduilan orang-orang terkait halal-haram sesuatu yang dia konsumsi. Apakah cara mendapatkannya sudah halal dan barang yang dia dapatkan adalah barang atau sesuatu yang halal.

Termasuk dalam bisnis dan investasi, jangan sampai ketika kamu sudah begitu hati-hati terkait sistem dan akad bisnis agar tidak terjatuh dalam riba tapi ternyata produk investasi dan bisnis yang kamu tempuh adalah produk abal-abal dan tidak jelas kehalalannya. Entah karena ketidakjelasan (ghoror) dalam sistem dan akadnya atau ketidakjelasaan produknya seperti money game, MLM, dan investasi bodong lainnya.

Berikut tadi adalah cara agar investasi dan bisnis kamu terhindar dari riba, dan tentunya semoga bisnis kamu diberkahi, amin.

Tinggalkan Balasan