free page hit counter
reksadana terbaik di indonesia

Kumpulan Reksadana Terbaik di Indonesia, Investor Wajib Lirik

Artikel diperbarui pada 26 Januari 2023.

Mendapat uang tanpa bekerja adalah keinginan semua orang. Hal tersebut terdengar tidak masuk akal karena bagaimana bisa seseorang tidak bekerja tapi mendapatkan uang. Kini hal itu bukan lagi mimpi karena deretan reksadana terbaik di Indonesia sudah bisa mewujudkan hal tersebut.

Reksadana merupakan layanan untuk menghimpun dana dari masyarakat atau pelanggan yang membeli reksadana. Dana itu kemudian akan diinvestasikan dalam bentuk portofolio efek yang pastinya bertujuan untuk mendapat keuntungan. Nah, pihak yang mengelola semua proses investasi ini biasanya disebut manajer investasi.

Instrumen  investasi yang beredar di Indonesia sangatlah banyak dan bisa dibedakan berdasarkan jenis atau merek reksadana. Simak pembahasan lengkap reksadana terbaik di Indonesia berikut ini:

Jenis Reksadana Yang Beredar di Indonesia

Cara kerja reksadana mirip dengan menabung di Bank atau membeli saham. Keuntungan yang diperoleh nasabah didasarkan pada nilai dana yang diinvestasikan. Pertumbuhan dana itulah yang bisa diambil sebagai keuntungan

Dibandingkan dengan menabung di Bank, reksadana memberikan keuntungan berupa timbal balik yang lebih besar. Selain itu reksadana juga memiliki resiko yang lebih minim dan terukur. Keuntungan lain adalah reksadana bisa dicairkan kapan pun karena bersifat likuid. Berikut ini jenis-jenis reksadana:

1. Reksadana Saham

Jenis reksadana yang satu ini memiliki konsep mirip dengan saham biasa. Reksadana ini menginvestasikan lebih dari 80 persen dari aktivanya ke dalam bentuk saham. Pergerakan reksadana ini mirip dengan saham karena mayoritas portofolionya berupa efek saham.

Reksadana jenis ini menjanjikan keuntungan yang besar bahkan bisa mencapai return sebesar 100 persen. Namun keuntungan yang tinggi sudah pasti memiliki resiko yang tinggi pula. Oleh karena itu sebaiknya reksadana yang satu ini dimanfaatkan dengan hati-hati supaya tidak timbul kerugian

Untuk meminimalisir kerugian maka nasabah perlu memilih manajer investasi yang bisa dipercaya dan diandalkan. Saat ini sudah banyak layanan manajer investasi yang sudah terverifikasi dan bisa dicoba.

2. Reksadana Campuran

Selanjutnya ada jenis reksadana yang menginvestasikan dana ke berbagai hal. Reksadana campuran dapat mengalokasikan dana ke obligasi, saham, atau pasar uang. Karena dananya tidak hanya fokus ke saham maka resiko yang dimiliki pun tidak terlalu besar.

Namun jenis reksadana ini memiliki return yang tidak terlalu besar pula, sebanding dengan resiko yang dimiliki. Reksadana ini tergolong dalam investasi jangka menengah dan hasilnya bisa dinikmati setelah satu sampai lima tahun.

Dengan resiko yang tidak besar dan tidak kecil maka reksadana satu ini layak dicoba. Beberapa produk yang termasuk dalam reksadana campuran antara lain Simas Satu, STAR Balanced, Syailendra Balanced, dan sebagainya.

3. Reksadana Pasar Uang

Jenis selanjutnya yang dibahas dalam daftar ini adalah reksadana pasar uang. Produk investasi yang satu ini dianggap memiliki pertumbuhan uang lebih tinggi jika dibandingkan dengan produk perbankan. Produk ini berinvestasi di bidang pasar uang, sesuai dengan namanya.

Ketika manajer investasi mengalokasikan dana untuk mengajukan deposito Bank akan memperoleh bunga yang berbeda dibandingkan pengajuan individu. Hal itu akan dapat meningkatkan hasil investasinya.

Contoh reksadana jenis ini sangat banyak beredar di Indonesia. Produk yang termasuk dalam reksadana pasar uang antara lain Syailendra Dana Kas, Bahana Dana Likuid, dan Batavia Dana Kas

4. Reksadana Syariah

Selanjutnya ada reksadana yang dikelola berdasarkan prinsip dan ketentuan syariah. Walaupun diatur oleh OJK sama seperti reksadana konvensional, reksadana syariah memiliki beberapa perbedaan signifikan. Perbedaan yang paling jelas adalah dari instrumen investasinya.

Karena menerapkan ketentuan syariah maka instrumen investasi yang bisa digunakan oleh reksadana syariah juga terbatas. Reksadana jenis ini tidak bisa menggunakan instrumen investasi yang melenceng dari kaidah. Meskipun ada batasan-batasan itu keuntungan dari reksadana ini tetap tidak kalah besar.

Dengan adanya batasan-batasan yang harus ditaati maka reksadana Syariah memiliki pengawas tambahan yang disebut DPS atau Dewan Pengamanan Syariah. Mereka bertugas untuk mengawasi pelaksanaan semua transaksi dan pengelolaan dana.

Selain adanya ketentuan syariah yang harus ditaati, reksadana ini memiliki beberapa karakteristik lain yang perlu diketahui. Karakternya yaitu harga yang optimal, Likuiditas dan legalitas lebih terjamin, serta biaya yang lebih efisien. Investasi di sini juga tidak memerlukan riset mendalam.

Merek Reksadana Terbaik Yang Direkomendasikan

Setelah membahas jenis-jenis reksadana yang beredar maka hal selanjutnya yang perlu dibahas adalah reksadana terbaik yang bisa dicoba nasabah. Rekomendasi ini didasarkan pada banyaknya dana yang dikelola dan keuntungan yang ditawarkan. Berikut ini 3 reksadana terbaik di Indonesia yang direkomendasikan:

1. Reksadana Syailendra Balanced Opportunity Fund

Produk reksadana yang pertama termasuk dalam jenis reksadana pasar uang. Syailendra Balanced mempunyai potensi besar untuk tumbuh dan dapat diandalkan untuk investasi jangka panjang maupun menengah. Hasil investasi dari produk ini diberikan melalui investasi pada efek Utang atau efek Ekuitas.

Kebijakan investasi yang dimiliki oleh Syailendra Balanced juga cukup menjanjikan. Yang pertama ada kebijakan efek Ekuitas dan Obligasi dengan minimal 10 persen dan maksimal 75 persen. Lalu ada investasi terendah 2 persen dan tertinggi 75 persen pada instrumen pasar uang.

2. Reksadana STAR Balanced II

Produk reksadana terbaik di Indonesia ini menjanjikan pertumbuhan nilai investasi optimal untuk waktu menengah panjang. Keuntungannya diperoleh dari hasil investasi pada efek Ekuitas dan efek bersifat Utang. Produk ini juga berinvestasi pada sektor pasar uang dan deposito untuk mendapatkan keuntungan yang lebih besar.

Untuk kebijakannya sendiri juga cukup beragam. Portofolio investasi sebesar maksimum 79 persen dari aktiva bersih dari efek Ekuitas dan Utang. Lalu untuk investasi pada pasar uang dan deposito juga memiliki besaran yang sama yaitu maksimal 79 persen dari aktiva bersih.

3. Reksadana Shinhan Balance Fund

Produk ini merupakan reksadana yang bersifat terbuka dan berbentuk Kontrak Investasi Kolektif disingkat KIK. Produk ini mempunyai dasar hukum yaitu pada Undang-Undang Nomor 8 tahun 1995 yang membahas pasar modal dan sudah mengatur pelaksanaanya. Reksadana ini juga memiliki kebijakan tersendiri.

Shinhan Balance akan menginvestasikan dana dengan komposisi portofolio minimal 1 persen dan tertinggi 79 persen di efek bersifat Utang dan bersifat Ekuitas. Untuk investasi instrumen pasar uang dan deposito besaran minimumnya adalah 1 persen dan maksimal 79 persen.

Itulah tadi ulasan tentang reksadana terbaik di Indonesia yang bisa coba dibeli. Untuk membeli reksadana bisa langsung melakukan transaksi lewat pihak yang bisa dipercaya. Kepemilikan investasi adalah hal yang penting saat ini. Salah satu keuntungannya adalah masa tua yang terjamin.

Selain itu dengan berinvestasi maka seseorang bisa saja berhenti bekerja dan mengandalkan hasil investasinya. Jika dana yang dialokasikan untuk investasi sudah besar maka makin besar pula penghasilan yang diperoleh.

Keuntungan lain yang bisa diperoleh adalah hak-hak khusus yang diberikan pada orang yang berinvestasi pada produk tertentu. Mungkin berupa diskon pembelian atau hal bagus lainnya. Sudah mulai tertarik untuk coba berinvestasi?