free page hit counter
Daftar Harga dan HItungan Asuransi Pengiriman JNE
Daftar harga dan hitungan asuransi pengiriman JNE. | via goodscoop.id

Asuransi Pengiriman JNE: Ini Daftar Harga & Hitungannya

Artikel diperbarui pada 15 Desember 2021.

Kirim barang berharga atau pecah belah bakal lebih aman kalau kamu menggunakan asuransi pengiriman. Tergantung kurir yang kamu pilih, buaya asuransi pengiriman tentunya berbeda. Buat kamu yang menggunakan jasa JNE, berikut ini adalah harga asuransi pengiriman JNE.

JNE adalah salah satu agen yang bertanggung jawab untuk mengirimkan barang serta dokumen dari satu kota tujuan ke kota lain di seluruh Indonesia.

Namun, kini JNE tidak hanya berperan sebagai penyedia jasa ekspedisi atau pengiriman, namun juga memberikan perlindungan barang yang dikirim dengan menyediakan Asuransi Pengiriman Barang.

Dengan adanya sistem pengiriman yang dilengkapi dengan asuransi, Perusahaan JNE bertanggung jawab untuk melindungi barang dan dokumen yang dikirim dari resiko kerusakan serta kehilangan selama pengiriman. Selain itu, premi asuransi JNE ini sangat murah.

Dengan adanya asuransi ini, konsumen akan merasa lebih nyaman dan tidak perlu khawatir menggunakan jasa JNE.

Apa Itu Biaya Asuransi Pengiriman?

Apa Itu Biaya Asuransi Pengiriman
Apa Itu Biaya Asuransi Pengiriman? – Infografis. | via goodscoop.id

Biaya asuransi pengiriman berarti biaya tambahan untuk menjamin keamanan barang atau paket yang dikirim.

Tujuan asuransi pengiriman hanya satu, yaitu barang kiriman sampai ke penerima dengan aman.

Kalau kamu membayar biaya asuransi pengiriman, baik melalui jasa kurir JNE atau jasa kurir lainnya, maka perusahaan kurir akan menjamin bahwa barang kamu:

  • aman sampai tujuan,
  • tidak hilang di jalang,
  • tidak rusak di jalan.

Peraturan Khusus Menggunakan Asuransi JNE

Kurir Pengiriman Barang
Kurir pengiriman barang. | via freepik.com

Jadi, layanan ini sangat bagus untuk kamu yang sering menggunakan jasa ekspedisi untuk pengiriman barang. Namun sebelum menggunakan layanan ini, ada beberapa ketentuan pengiriman barang menggunakan asuransi JNE yang perlu kamu ketahui, dikutip dari website resmi JNE:

#1. Pengemasan

Layanan asuransi ini termasuk dalam pengemasan. Hal ini dilakukan oleh JNE untuk mencegah kerusakan paket yang dikirim selama perjalanan.

JNE menganjurkan agar semua pelanggan mereka dapat mengemas barang – barang yang mudah rusak serta mudah pecah dengan menggunakan packing yang diberi kayu.

Beberapa paket yang bisa menggunakan layanan pengemasan ekstra ini contohnya adalah paket berisi cairan yang mudah bocor, atau alat elektronik yang tidak boleh mendapatkan goncangan terlalu keras selama perjalanan.

Untuk pelanggan yang bersedia menggunakan asuransi pengemasan khusus ini, pihak JNE akan mengenakan biaya tambahan sebesar 100% dari ongkir.

#2. Penanganan

JNE juga menawarkan asuransi untuk berbagai barang yang membutuhkan penanganan khusus.

Misalnya saja paket yang berisi cairan kimia yang memang wajib disertai Material Safety Data Sheet (MSDA) yang dikeluarkan oleh perusahaan resmi untuk memberikan keterangan kandungan beserta sifat dari zat kimia tersebut.

#3. Biaya Tambahan

Selain itu, ada beberapa biaya tambahan lainnya untuk jenis paket tertentu, termasuk:

  • Cairan yang mengandung zat berbahaya yang mudah meledakdan terbakar
  • Pengiriman sarang wallet, dokumen Bank, Perhiasan, beserta dokumen dan barang lain senilai diatas USD 5,000
  • Paket yang dikemas dengan ukuran yang besar dan berat

Cara Menghitung Asuransi JNE

Menghitung
Cara menghitung asuransi pengiriman JNE. | via freepik.com

Berapa biaya asuransi pengiriman JNE? Untuk mengetahui besaran biaya kirim asuransi JNE, kamu bisa menggunakan rumus berikut ini.

Cara menghitung berapa biaya asuransi JNE untuk pengiriman paket memiliki rumus khusus yang dihitung menggunakan persentasi 0.2% dari nilai paket yang akan dikirim dan di tambah dengan disertai biaya administrasi yang ada.

Berikut adalah rumus dan contoh study case penghitungan asuransi JNE

Rumus= 0.2% x nilai barang yang dikirimkan + biaya administrasi Rp 5.000

Seseorang mengirimkan sebuah televisi dengan harga Rp 3.000.000, jadi biaya asuransi yang harus dibayarkan adalah:

0.2% x Rp 3.000.000 + Rp 5.000 = Rp 11.000

Melihat contoh studi kasus diatas, dapat dilihat bahwa biaya asuransi JNE memang terbilang cukup murah. Inilah yang menjadi daya Tarik tersendiri untuk para konsumen JNE.

Karena beban membayar biaya asuransi mereka tak terlalu tinggi. Setelah menghitung biaya asuransi JNE, hal selanjutnya adalah menjumlahkannya dengan biaya ongkos kirim yang ditetapkan.

Misalnya saja, ongkos kirim yang dibebankan untuk pengiriman kulkas tersebut adalah Rp 27.000. Sehingga jika ditotal dengan biaya ongkos kirim, maka jumlahnya adalah

Biaya Asuransi JNE + Biaya ongkos kirim

Rp 11.000 + Rp 27.000 = Rp 38.000

Daftar Harga Asuransi JNE Khusus

Selain perhitungan biaya asuransi JNE diatas, JNE juga menetapkan harga asuransi khusus untuk pengiriman paket berupa dokumen tertentu. Berikut rincian beberapa nilai asuransi yang ditetapkan khusus oleh JNE

Jenis Paket Dokumen Nilai Maksimal Asuransi
BPKB Motor Rp 2.500.000
BPKB Mobil Rp 3.500.000
STNK Motor Rp 1.000.000
STNK Mobil Rp 2.000.000
Sertifikat Tanah Asli Rp 2.000.000
Paspor Rp 500.000
Ijazah asli Rp 200.000
Dokumen lainnya Rp 2.000.000

Khusus untuk paket berisi sarang burung wallet, pihak JNE akan menambah 200% dari tarif ongkos kirim yang diberikan. Jika terjadi kerusakan, akan dikenakan pengurangan 10% atau minimal Rp 500.000 per kerusakan yang terjadi.

Cara Klaim Asuransi Pengiriman JNE

Klaim Asuransi
Ilustrasi klaim asuransi. | via freepik.com

Setelah mengetahui ketentuan penggunaan asuransi JNE dan berapa harga asuransi yang harus dibayarkan, hal lain yang wajib kamu ketahui adalah cara klaim asuransi JNE. Untuk mengetahui caranya, ada beberapa syarat yang wajib diperhatikan, antara lain:

  1. Pengiriman paket wajib dilengkapi dengan fitur asuransi dengan membayarkan biaya asuransi yang sudah dihitung seperti rumus diatas
  2. Klaim asuransi ini hanya dapat dilakukan saat paket dibuka di depan kurir JNE
  3. Konsumen wajib memberikan foto atau video saat membuka paket sebagai bukti asli bahwa barang yang dikirim mengalami kecacatan atau tidak sesuai dengan pesanan
  4. Nomor resi pengiriman sudah disertai nota asuransi pengiriman
  5. Untuk informasi asuransi, kamu bisa menanyakan secara mendetail kepada petugas JNE
Cara Klaim Asuransi Pengiriman JNE
Cara Klaim Asuransi Pengiriman JNE – Infografis. | via goodscoop.id

Ketika kamu sudah memenuhi syarat-syarat tersebut, kamu bisa langsung mendatangi kantor JNE terdekat dan membawa syarat-syarat serta bukti untuk proses klaim.

Memang terkadang membutuhkan waktu yang lama untuk mengganti paket tersebut berupa barang maupun uang, tapi pihak JNE akan memprosesnya sesuai prosedur yang berlaku.

Dengan mengetahui cara menghitung biaya asuransi dan menjumlahkannya dengan ongkos kirim, kamu pun jadi lebih siap setiap kali akan mengirimkan barang.

Pembeli pun tidak terbebani dengan biaya asuransi yang dibebankan kepada kamu. Selain itu, kamu pun tahu cara klaim asuransi yang benar.

Sekarang, konsumen JNE tak perlu lagi merasa khawatir dengan pelayanan JNE karena paket akan lebih aman dan terproteksi. Semoga informasi ini bermanfaat.

Asuransi Pengiriman JNE – Tanya Jawab

Berapa biaya asuransi pengiriman JNE?

Biaya pengiriman JNE terbaru adalah sebagai berikut:

Biaya asuransi = (0,2% x harga barang) + biaya administrasi Rp 5.000.

Sebagai contoh, misal harga barang kamu seharga Rp 500 ribu, maka cara hitung biaya asuransi pengiriman JNE seperti ini:

Biaya asuransi = (o,2% x Rp 500.000) + Rp 5.000 = Rp 6.000

Dengan mengikuti penghitungan di atas, biaya asuransi pengiriman barang adalah sebesar Rp 6.000

Apakah biaya asuransi JNE bisa kembali?

Sayangnya, biaya asuransi JNE yang sudah dibayarkan tidak bisa diambil kembali.

Apakah pengiriman JNE sudah menggunakan asuransi otomatis?

Tidak. Asuransi hanya diberikan jika ada instruksi atau permintaan dari pelanggan.

Ketika kamu meminta barang yang kamu kirim diasuransikan, maka kamu harus mengisi dokumen permintaan asuransi.

JNE hanya menghitung biaya pengiriman saja. Kalau kamu tidak meminta asuransi JNE, maka barang yang kamu kirim tidak akan diasuransikan.

JNE menyarankan pelanggan untuk mengasuransikan barang atau dokumen dengan nilai lebih dari sepuluh kali ongkos kirim.

Jadi, misalnya ongkos kirim kamu sebesar Rp 20 ribu dan barang yang kamu kirim senilai Rp 200 ribu, maka sebaiknya diasuransikan.

Siapa yang harus membayar asuransi JNE?

Idealnya, yang berkewajiban membayar biaya asuransi JNE adalah pemilik barang.

Jiak kamu jualan online, idealnya kamu sebagai penjual atau pengirimlah yang harus membayar asuransi JNE. Tapi, kamu bisa mendiskusikan hal ini dengan pembeli kamu.

Tak jarang, ada pembeli yang meminta kamu untuk mengasuransikan paket kiriman dan pembeli bersedia membayar lebih.

Tinggalkan Balasan