free page hit counter

Bukannya Tenang, Ini Nasib yang Bakal Kamu Terima Ketika Lari dari Utang

Artikel diperbarui pada 10 Juni 2021.

Lari-dari-utang
Jangan lari dari utang, kalau tidak mau memiliki nasib begini. | @wayhomestudio – FREEPIK

Utang menumpuk sudah pasti membuatmu pusing tujuh keliling. Apalagi sudah dekat dengan masa tempo, mau tidak mau, suka atau tidak, harus cepat kamu lunasi semuanya.

Utang memang tidak akan membiarkanmu lepas begitu saja. Rasanya seakan mulai lelah karena harus membayar setiap bulan dengan rutin. Terkadang seringkali muncul di dalam benak, mungkin jika kabur ke luar kota atau luar negeri, bisakah merasakan ketenangan dan terbebas dari tumpukan utang itu?

Jawabannya, tentu saja tidak. Kemanapun kamu lari, utang akan terus mengejar dan menjeratmu sampai kamu benar-benar bisa melunasinya. Jika mencoba kabur dari utang, maka kamu akan mendapatkan nasib seperti di bawah ini.

#1. Gagal Bayar Utang Bisa Membuat Laporan Kredit Buruk, Bahkan Masuk Dalam Blacklist Regulator

Jika kamu meminjam uang di bank, datamu akan otomatis terekam dalam catatan perbankan maupun regulator, seperti Bank Indonesia (BI), dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Seandainya kamu lari dari utang atau tidak melunasinya, maka kamu akan di cap telah gagal bayar utang dan mengalami kredit macet.

Tentunya, catatan ini akan membuat rapor kredit milikmu menjadi merah alias buruk. Kerugian yang akan didapatkan nanti adalah kamu akan mengalami kesulitan, jika ingin melakukan pinjaman kembali, pembuatan kartu kredit serta kredit lainnya.

Bahkan, jika mengalami gagal bayar utang terus, tidak menutup kemungkinan kamu bisa masuk dalam backlist OJK atau BI. Hanya ada satu cara untuk membersihkan kredit-mu dari hal buruk, yaitu melunasinya sebelum jatuh tempo. Apakah bersedia?

#2. Punya Utang dan Gagal Bayar Bisa Mempengaruhi Ketentraman Orang-orang Terdekatmu

Ketika mengajukan pinjaman uang atau kartu kredit, kamu akan diminta untuk menuliskan kontak keluarga atau orang terdekat yang bisa dihubungi. Disini, seringkali si pemberi pinjaman membuat perjanjian bahwa ia bebas mengakses kontak yang ada pada ponselmu.

Dengan kata lain, jika kamu gagal bayar hutang, tidak bisa dihubungi, sampai lari entah kemana, maka kontak orang terdekat atau keluargamu akan menjadi korbannya.

Hal ini tentu saja akan menyusahkan banyak orang, bukan? Kehidupan mereka yang awalnya tentram, menjadi terganggu karena teror hutang akibat perbuatanmu. Jadi, daripada membuat mereka membenci atau mengucilkanmu nanti, lebih baik jaga terus kreditmu dan jangan sampai mengabaikan tangggungjawab untuk melunasi utang tersebut.

#3. Lari dari Hutang, Siap-Siap Saja Gak Bisa Tidur dan Hidup Tidak Tenang

Berani mengambil utang, maka berani mengambil resiko untuk melunasinya sampai tuntas. Konsekuensi ini sebenarnya sudah diberitahukan kepadamu sebelum melakukan pinjaman. Hanya saja, keadaan darurat membuatmu terpaksa harus mengambil utang dan membayarnya setiap bulan.

“Utang itu tidak enak. Ia menjadi beban keuangan setiap saat, kecuali jika kamu segera melunasinya.”

Jika kamu mencoba kabur dari utang, maka bayang-bayangnya akan mengikutimu kemanapun kamu pergi. Saat mau tidur, malah kepikiran utang. Lagi makan atau beraktivitas, kepikiran lagi. Hidupmu tidak akan pernah tenang sampai kapanpun karena utang menjadi beban keuangan yang harus dilunasi. Pun dalam Islam dijelaskan, bahwa seseorang yang memiliki utang harus segera melunasinya dan jangan sampai lari dari tanggungjawab yang sedang ia pikul.

Kalau kamu tidak sanggup bayar hutang, cobalah untuk didiskusikan saja bersama pihak bank, fintech atau rekanmu yang memberikan pinjaman. Katakan dengan jujur, bahwa kamu belum bisa melunasi utang sekarang dan ingin diberi keringanan untuk perpanjang masa tenor, diskon bunga, atau lainnya.

Tentunya, apabila dibicarakan dengan baik-baik, kamu pun pasti bisa mendapatkan solusinya.

#4. Siap-siap Dapat Teror Debt Collector

Mencoba lari dari utang tidak akan membuat masalah ini beres begitu saja. Pihak pemberi pinjaman tidak akan diam dan akan mencoba terus menghubungimu, sampai kamu bisa melunasinya dengan cepat.

Seseorang yang berprofesi sebagai debt collector akan datang ke rumahmu atau sanak saudara, bahkan ke rumah teman yang kamu masukkan alamatnya. Setiap hari mereka akan menanyakan keberadaanmu tanpa henti, kecuali kamu bisa melunasi sisa utang dan tidak berutang lagi kepada mereka.

Kalau debt collector sampai datang ke rumahmu, maka kamu dan keluargamu akan dibuat malu. Bahkan, barang-barang elektronik serta berharga bisa saja disita, sebelum kamu bisa melunasi hutangnya tersebut.

#5. Masalah Keuangan Tidak Akan Pernah Ada Habisnya

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, hutang tidak akan dengan mudah melepaskanmu sampai kamu benar-benar bisa melunasinya. Jika kamu mencoba untuk kabur, bukannya bisa terselesaikan, malah hutangmu semakin bengkak dengan bunga yang terus meningkat.

Alhasil, kamu sendiri yang akan mengalami kesulitan membayarnya.

“Ingatlah, sebelum mengajukan utang, pikirkan dulu resiko yang akan timbul nanti.”

Mengajukan pinjaman tunai maupun kartu kredit bisa kamu lakukan, asalkan dilakukan dengan bijak untuk kebutuhan mendesak saja. Ingat kembali bahwa utang memiliki resiko besar yang mana kamu harus bisa melunasi cicilan setiap bulan sampai lunas atau jatuh tempo disepakati.

Apabila utang bisa membuat keuanganmu terbebani, maka jangan mengajukan dan biarlah hidup sederhana, tapi terbebas dari hutang. Jika ingin membuat bisnis, kumpulkan modal hanya dari tabungan saja, daripada dari pinjaman yang sudah pasti memiliki bunga cukup besar.

Nah, kini kamu sudah mengetahui nasib apa yang akan didapatkan, apabila mencoba untuk lari dari utang. Kalau sudah begini, apa masih berani kabur atau meminjam uang dengan bunga tinggi?

Tinggalkan Balasan