free page hit counter
Freelance vs Full Time | @aleksandarlittlewolf - FREEPIK
Freelance vs Full Time | @aleksandarlittlewolf - FREEPIK

Kerja Freelance vs Full Time? Simak Dulu Pahit-Manisnya!

Artikel diperbarui pada 7 Maret 2022.

Benarkah kerja freelance lebih enak daripada full-time? Apa saja kelebihan dan kekurangan pekerjaa freelance dan pekerja full-time? Artikel ini membahas pahit-manis freelancer dan full-timer secara lengkap beserta keunggulan dan kekurangan masing-masing profesi.

Perjalanan karir seseorang pasti berbeda antara satu dengan yang lainnya. Apakah ia akan menjadi seorang pekerja lepas (freelance) atau ingin menjadi seorang pekerja penuh waktu (full time).

Terkadang, pemilihan itu membuat kamu sering merasa dilema dan terjadi perang batin.

Jika ingin menjadi seorang freelancer, maka kamu tidak akan terikat oleh waktu, tetapi dari segi penghasilan hanya akan ada ketika pekerjaan datang menghampiri.

Berbeda dengan bekerja penuh waktu yang terikat oleh jadwal serta jam yang sudah ditentukan. Namun, kamu akan lebih tenang karena sudah pasti mendapatkan gaji dalam waktu sebulan tersebut.

Sebenarnya, memilih jalan hidup untuk menjadi seorang full time atau freelance memiliki kelebihannya masing-masing. Kamu bisa memutuskan pilihan tersebut dengan mempertimbangkan beberapa hal berikut ini.

Kelebihan dan Kekurangan Pekerja Freelance vs Full Time

Saat akan menentukan apakah ingin memilih kerja secara full time atau freelance, ada baiknya kamu mempertimbangkannya terlebih dahulu dengan beberapa hal di bawah ini.

#1. Jam Kerja

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, jam kerja antara kerja full time dan freelance tentu saja berbeda. Apabila kamu ingin jam kerja yang fleksibel dan tidak terikat, maka menjadi seorang freelance tentu menjadi pilihan terbaik.

Klien yang merekrut seorang freelance akan memberikan pekerjaan dengan target selama satu hari, minggu, atau bahkan satu bulan.

Kamu juga tidak perlu pergi ke kantor karena pekerjaan itu bisa dilakukan di rumah atau tempat yang menurutmu nyaman untuk mengerjakannya.

Sistem kerja serta jam kerja pun, kamu bebas menentukan. Tidak perlu ijin cuti atau hal lainnya, karena disini kamu bebas menentukan waktu libur di hari kapanpun.

Menariknya, kerja freelance bisa membuatmu bekerja sambil menikmati liburan yang tengah kamu lakukan. Walaupun waktunya fleksibel, tetapi harus bisa menyelesaikan deadline yang sudah ditentukan, ya.

Berbeda dengan pekerja full time yang tidak boleh melakukan seenaknya. Kamu harus bisa bekerja selama 8 jam perhari atau memulai pekerjaan pada jam 8 dan berakhir jam 5 sore.

Bahkan, terdapat laporan kinerja karyawan yang mana etika dan kehadiranmu sangat berpengaruh penting untuk hal ini.

Apabila kamu sering telat datang ke kantor atau melakukan pekerjaan tidak maksimal, maka akan datang surat teguran atau surat peringatan kepadamu.

Bahkan, untuk bisa menikmati liburan pun harus menunggu sampai weekend tiba.

#2. Penghasilan yang Akan Kamu Terima

Selain jam kerja, dari segi penghasilan pun ternyata banyak perbedaannya, lho. Seorang full time akan mendapatkan gaji yang jelas setiap bulannya.

Belum lagi ia akan mendapatkan kenaikan gaji dengan rincian gaji pokok, uang transport, uang makan, bonus bahkan Tunjangan Hari Raya atau THR setiap tahun.

Sementara untuk para pekerja freelance, mereka hanya akan mendapatkan penghasilan sesuai dengan project atau pekerjaan yang mereka ambil.

Contoh, apabila kamu seorang freelance artikel dan mengambil orderan sebanyak 40 artikel dengan fee-50 ribu/artikel, maka dalam waktu sebulan, kamu akan mengantongi uang sebesar Rp.2.000.000,-

Nah, itu pun kalau ada project, bagaimana jika tidak ada?

Tentunya, kamu tidak akan menerima penghasilan apapun dan harus bekerja lebih keras lagi untuk mendapatkan project atau pekerjaan tersebut.

#3. Fleksibilitas Pekerjaan

Dari segi fleksibilitasnya, seorang pekerja freelance bisa mengambil pekerjaan tidak hanya dalam satu klien saja, tetapi bisa dua atau lebih klien di bidang yang sama.

Misalnya, kamu mengambil orderan sebanyak 40 artikel di klien A, lalu 10 artikel di klien B dan 15 artikel di Klien C setiap bulannya.

Tetapi, hal itu tidak bisa dilakukan saat kamu menjadi seorang pekerja full time. Pergerakannmu dibatasi dan hanya boleh bekerja pada satu perusahaan saja.

Kecuali, jika kamu memiliki bisnis sampingan, seperti jualan online, wirausaha, dan lainnya.

#4. Tekanan dari Atasan

Kedua pekerjaan ini memiliki tekanan masing-masing oleh atasan mereka. Kamu yang kerja full time akan langsung mendapatkan tekanan karena kamu diawasi oleh bos yang memimpin perusahaan.

Sedangkan freelance, tekanan datang dari klien kamu yang memberikan orderan kepadamu.

Perlu kamu ketahui, karakter setiap klien itu berbeda-beda. Ada yang banyak maunya dan ada juga yang sepenuhnya percaya kepada freelance-nya. Kalau dapat klien yang santai, kerjaan kamu bisa jauh lebih nyaman.

Repotnya kalau dapat klien yang ribet!

#5. Pandangan Masyarakat

Sebenarnya, kamu boleh mengambil pekerjaan apapun selama pekerjaan tersebut masih halal. Masalahnya, pandangan masyarakat terkait pekerja lepas selalu tidak mengenakkan.

Mereka beranggapan bahwa pekerja freelance tidak pernah menghasilkan dan lebih menjunjung tinggi para pekerja full time atau kantoran.

Seorang full time memang memiliki gaji besar, kerja di depan komputer dan ruangan AC. Kesehatan dijamin perusahaan dan segala hal yang terlihat enak di depan mata.

Namun, tidak banyak yang tahu bahwa banyak pekerja full time yang bekerja 12 jam sehari, tetapi masih memiliki gaji yang pas-pasan atau kecil. Semuanya tergantung passion yang kamu miliki. Pilihlah jenis pekerjaan yang sesuai dengan passion kamu sendiri.

Kerja Freelance atau Full-time? Pilihan Ada di Tangan Kamu

Tidak perlu mendengar apa yang dikatakan oleh orang-orang terkait pekerjaanmu, selama itu halal dan membuatnya nyaman, lakukanlah dengan sebaik mungkin dan buktikan bahwa kamu bisa berhasil dengan pekerjaan yang diambil tersebut.

Beberapa pertimbangan di atas terkait memilih kerja antara full time dan freelance bisa kamu diskusikan dengan keluargamu sendiri.

Namun, pilihan tetap berada pada dirimu yang akan melaksanakan dan action langsung ke lapangan.

Tinggalkan Balasan