free page hit counter
produk derivatif syariah

Mengenal Produk Derivatif Syariah yang Harus Investor Ketahui

Mungkin ada yang belum tahu produk derivatif syariah di Indonesia ini. Padahal produk satu ini lumayan dikenal oleh para investor dan dipercaya sebagai tempat untuk menanamkan modal. Namun, ada juga sebagian orang yang belum percaya dengan transaksi derivatif.

Mengingat banyak sekali instrumen yang bisa menjadi pilihan oleh banyak investor, tanpa terkecuali adalah transaksi derivatif. Para investor tinggal memilih tempat penanaman modal mana yang sesuai dengan kebutuhan.

Contohnya sendiri untuk produk derivatif syariah seperti saham, obligasi, tingkat suku bunga dan lainnya hal ini tentu familiar. Berikut ini ulasan menarik berkaitan dengan produk dari derivatif syariah. Simak bersama produk derivatif di bawah ini:

Pengertian Derivatif Syariah

Pertama akan membahas definisi dari derivatif sendiri. Merupakan salah satu proses menjual dan membeli komoditas atau bisa juga aset yang melibatkan dua pihak orang atau lebih dengan kontrak perjanjian.

Adapun fungsi kontrak perjanjian tersebut, dapat digunakan sebagai suatu objek perdagangan. Kedua belah pihak yang terikat kontrak harus menyetujui harga nilai kontrak tersebut. Di sini peran harga nilai sebuah aset atau komoditas induk sangat mempunyai pengaruh.

Syariah sendiri merupakan proses transaksi antara dua belah pihak tersebut sesuai dengan prinsip syariah dan perjanjian para investor. Banyak umat muslim yang belum mengetahui produk derivatif jenis syariah.

Suatu manajemen investasi, lembaga keuangan, atau perusahaan juga memakai derivatif. Ini untuk mengelola posisi yang dimiliki untuk menghadapi tingkat risiko harga pasar yang mengalami pergerakan atau produk investasi.

Ada juga pengertian lain yakni suatu instrumen investasi yang mencakup atas beberapa jenis produk keuangan dan pelaksanaannya diawasi oleh BEI. Seperti yang sudah dibahas sedikit di atas kalau produk tersebut meliputi obligasi, saham, dan lainnya.

Apabila produk derivatif ini adalah suatu komoditas maka untuk pengawasannya dilakukan oleh, berbeda dengan produk keuangan.

Manfaat Derivatif Syariah

Selanjutnya akan membahas manfaat yang bisa diperoleh dengan melakukan transaksi derivatif. Berikut beberapa manfaat yang bisa didapatkan para investor:

1. Menurunkan Tingkat Risiko

Perlu diketahui jika investor berani terjun ke dunia transaksi derivatif maka tingkat risiko juga semakin besar dan dekat. Oleh sebab itu, perlu adanya mengurangi atau menurunkan risiko tersebut agar tidak mengalami kerugian.

Misalkan saja, ada seorang nelayan yang menjual ikan dengan kontrak berjangka. Dengan menggunakan transaksi derivatif ini maka akan mengurangi risiko kerugian dengan perlindungan jika hasil tangkapan ikan menurun.

2. Mendapatkan Keuntungan

Kelebihan kedua adalah pelaku derivatif akan memperoleh keuntungan. Bisa didapat dari memanfaatkan tingkat perbedaan nilai aset yang lain dengan nilai aset acuan. Hal ini tentunya bisa membuat pelaku mendapatkan keuntungan.

Perbedaan indeks tersebut yang sering pelaku derivatif lakukan untuk mendapatkan keuntungan. Adanya nilai indeks yang berbeda di setiap kota. Seperti halnya pada kegiatan bursa, hampir sama seperti kegiatan transaksi derivatif ini.

Jenis Produk Derivatif Syariah

Selanjutnya akan membahas produk derivatif yang berbasis syariah. Tentunya banyak umat islam yang belum mengetahui. Berikut penjelasan lebih lengkap produk derivatif di bawah ini:

1. Saham Syariah

Pertama ada produk derivatif syariah berupa saham. Banyak umat muslim yang belum mengetahui jika di pasar modal juga ada saham syariah yang bisa dijadikan sebagai pilihan. Saham syariah ini sesuai prinsip syariah yang terjadi di pasar modal.

Ada sebuah aplikasi bernama MNC Trade Syariah yang berguna untuk memfasilitasi pelaku saham terutama umat muslim untuk bertransaksi syariah berupa saham. Aplikasi ini merupakan fasilitas yang diberikan oleh MNC Sekuritas.

Tersedia dalam bentuk mobile dan desktop yang mudah digunakan. Salah satu aplikasi saham syariah yang halal dan sesuai dengan prinsip syariah umat muslim. Pelaku derivatif tidak perlu ragu untuk transaksi saham lewat aplikasi tersebut.

Ada aturan sendiri kalau suatu perusahaan yang sudah terdaftar dalam saham syariah maka tidak boleh melakukan bidang usaha yang tidak sesuai dengan prinsip dan syariat islam yang berlaku. Para investor bisa mengecek saham syariah dengan mudah.

Indeks saham syariah sendiri ada beberapa yang harus diketahui. Tentu saja sudah ditentukan oleh BEI untuk digunakan sebagai acuan daftar saham yang sudah syariah. Terdiri dari JII atau Jakarta Islamic Index, ISSI, dan JIi70.

2. Obligasi Syariah

Kedua ada jenis produk derivatif syariah yaitu Obligasi syariah. Mengandung pengertian yakni obligasi yang memakai perhitungan bagi hasil untuk proses perhitungan imbal dan hasil. Ada dua jenisnya antara lain:

  • Obligasi Syariah Mudharabah yang artinya obligasi jenis syariah yang memakai akad berupa bagi hasil. Sehingga pendapatan yang didapatkan para investor bisa diperoleh setelah mengetahui pendapatan perusahaan tersebut.
  • Obligasi Syariah Ijarah yaitu akad sewa yang bisa diketahui sejak awal obligasi terjadi dan memakai akad sewa sehingga ijarah bersifat sama atau tetap. Pelaku derivatif bisa memakai jenis obligasi sesuai dengan keinginan dan kemampuan.

3. Nilai Tukar Mata Uang

Selanjutnya ada Nilai tukar atau kurs juga merupakan produk derivatif syariah. Apabila dua negara melakukan perdagangan maka akan ada nilai tukar uang sesuai dengan yang telah disepakati.

Terdapat dua jenis nilai tukar uang yang bisa dipakai yakni kurs riil dan nominal. Nilai mata uang yang digunakan seseorang untuk menukar jenis mata uang tertentu dengan mata uang di negara lain adalah kurs nominal.

4. Suku Bunga

Permintaan dan penawaran suku bunga akan mempengaruhi naik atau turunnya suku bunga. Berikut ada beberapa fungsi dari suku bunga yaitu:

  • Pertama berfungsi untuk nasabah yang memiliki dana lebih untuk mau berinvestasi. Dan agar menjadi daya tarik nasabah yang ada keinginan menabung.
  • Suku bunga bisa digunakan untuk mengontrol jumlah peredaran uang yang beredar. Yang artinya dalam suatu siklus keuangan maka pemerintah mempunyai andil untuk mengatur perekonomian.
  • Berguna untuk mengatur dan mengendalikan permintaan dan penawaran dalam suatu perekonomian. Sebagai contohnya, apabila pemerintah mendukung suatu perusahaan tertentu maka jika perusahaan itu meminjam uang ke Bank akan mendapatkan suku bunga kecil.

Risiko Derivatif

Bukan sesuatu yang baru lagi apabila transaksi derivatif memiliki risiko yang tinggi. Bahkan tingkat risiko ini bisa menjadi sangat tinggi apabila pelaku derivatif tidak terlalu mengerti proses transaksi.

Kegiatan transaksi derivatif ini sendiri merupakan bentuk aktivitas yang cenderung ke arah kontrak perdagangan. Tentu saja, transaksi derivatif akan memepertimbangkan spekulasi harga di masa berikutnya atau waktu yang akan datang.

Pelaku derivatif harus paham terlebih dahulu tentang investasi ini. Produk apa saja yang ditawarkan oleh transaksi derivatif dan paham terhadap risiko yang kemungkinan terjadi nantinya.

Meskipun tingkat risiko dari transaksi satu ini besar, akan tetapi, timbal balik keuntungan yang akan didapatkan juga tidak kalah besar. Maka tak heran banyak pelaku investor memakai jenis transaksi ini.

Saat pelaku derivatif ingin serius berinvestasi maka disarankan agar melakukan riset yang lebih dalam terlebih dahulu. Sehingga saat akan terjun ke dunia transaksi derivatif ini tidak mengalami kesusahan dan bingung. Perlu dipertimbangkan juga faktor risiko yang terjadi.

Hal yang wajar apabila pelaku derivatif syariah ini juga banyak. Sebab keuntungan yang diperoleh nantinya juga akan besar. Apalagi jika umat muslim memilih secara syariah maka semua proses transaksi tersebut sesuai dengan prinsip syariat islam.

Demikian penjelasan terkait produk derivatif syariah yang belum banyak diketahui. Dengan mengenal beberapa ulasan produk dari derivatif syariah akan menambah informasi. Perlu juga mepertimbangkan faktor risiko dari transaksi tersebut.